Wednesday, November 12, 2014

PRAKTIKUM 3. VOIP SERVER ASTERISK

1. TUJUAN 
  • Mahasiswa mampu memahami cara kerja Voip Server dengan menggunakan Asterisk
  • Mahasiswa mampu mengimplementasikan Voip Server
  • Mahasiswa berhasil untuk melakukan 'call' antar PC
Analisa :
       VoIP Server adalah bagian utama dalam jaringan VoIP. Perangkat ini memang tidak wajib ada di jaringan VoIP, tetapi sangat dibutuhkan untuk dapat menghubungkan banyak titik komunikasi server. Perangkat ini dapat digunakan untuk mendefinisikan jalur dan aturan antar terminal. Selain itu VoIP server juga bisa menyediakan layanan-layanan yang biasa ada di perangkat PBX (Private Branch Exchange), voice mail, Interactive Voice Response (IVR), dan lain-lain. Beberapa jenis SoftSwitch juga menyediakan fasilitas tambahan untuk dapat berkomunikasi dengan SoftSwitch lain di internet. Ada beberapa SoftSwitch yang dapat anda pilih untuk membangun jaringan VoIP sendiri, semuanya memiliki lisensi gratis. Contoh dari VoIP server ini adalah Asterisk. 

        Asterisk adalah software IP PBX untuk membuat sistem layanan komunikasi telepon melalui internet atau biasa disebut VoIP (Voice over Internet Protocol). Asterisk adalah software Open Source yang berjalan di linux. Asterisk juga memungkinkan komunikasi antar pengguna telepon regular dengan telepon berbasis sip (sip phones).

Topology VOIP server asterisk



topology diatas digunakan untuk menerapkan voip server asterisk, terdiri dari 3 PC yang berbeda, dimana masing-masing PC berperan sebagai client dan ada sebagai server. untuk melakukan penginstallan pada server digunakan perintah berikut :
# apt-get install asterisk
Setelah instalasi selesai, pastikan 3 paket berikut sudah terinstall dengan baik:
    asterisk
    asterisk-config
    asterisk-sounds-main
Selanjutnya adalah konfigurasi.
# cd /etc/asterisk/
Untuk pembuatan data account dengan menggunakan perintah
# pico sip.conf
Kemudian tambahkan pada data bagian paling bawah,

jumlah user diatas bergantung pada berapa banyak perangkat yang akan digunakan dan user bisa ditambahkan dari [800]-[809]. selanjutnya lakukan perintah berikut :
# pico extensions.conf 
digunakan untuk mengetahui configurasi pada extensions, dan konfigurasi ditambahkan dengan :

kemudian lakkan rstart asterik, untuk menerapkan konfigurasi pada program dengan :
# /etc/init.d/asterisk restart
Maka kedua user tersebut sudah dapat saling melakukan panggilan dengan menggunakan X-Lite yang telah terinstall pada PC tersebut.
X-Lite digunakan sebagai media penghubung yang bertindak seperti telephone, untuk melakukan konfigurasi pada X-Lite klik Account dan tambahkan beberapa pengaturan berikut :
di PC-A, X-Lite diatur seperti ketentuan tersebut, untuk domain gunakan IP pada PC server. Jangan lupa untuk menghubungkan semua PC dalam satu switch yang sama. lakukan juga untuk PC-B dengan menggunakan user ID yang berbeda sesuai dengan konfigurasi extension diawal tadi, kali ini digunakan extensions user 803 sebagai PC-B, dan ketika dilakukan panggilan melalui PC-A, maka akan tampak seperti berikut :

Maka, pemanggilan antar PC menggunakan Voip Server asterisk berhasil dilakukan. Sekian analisa mengenai Voip Server

Referensi :

Tuesday, November 4, 2014

Praktikum 2. Konfigurasi DNS server pada Ubuntu

Praktikum 2.
Konfigurasi DNS server pada Ubuntu


Tujuan :
1. Mahasiswa mampu menginstall aplikasi apache pada ubuntu.
2. Mahasiswa mampu mengkonfigurasi web server pada ubuntu
3. Mahasiswa mampu mengkonfigurasi DNS server pada ubuntu

Dasar Teori:

DNS SERVER 
          Pengertian DNS Domain Name System (DNS) adalah Distribute Database System yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di rangkaian yang menggunakan TCP/IP. DNS merupakan sebuah aplikasi service yang biasa digunakan di internet seperti web browser atau e-mail yang menerjemahkan sebuah domain ke IP address. Kelebihan DNS :
  1. Mudah, DNS sangat mudah kerana user tidak lagi disusahkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name. 
  2. Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah, tapi host name tidak boleh berubah. 
  3. Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan (bagi admin).
SERVER 
           Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.


DOMAIN NAME SYSTEM DNS 
           (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain. DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

Analisa :
        Untuk melakukan konfigurasi DNS server terlebih dahulu dilakukan penginstallan apache dengan mengetikkan perintah berikut :
  • Install Apache
    # apt-get install apache2
    Pastikan tidak ada pesan error dan pastikan service apache2
    # nmap localhost
    PORT STATE SERVICE
    80/tcp open ftp
    # netstat -tanp | grep apache2
    tcp 0 0 0.0.0.0:80 0.0.0.0:* LISTEN 34983/apache2
    # nmap localhost |grep http
    80/tcp open http

    Agar server dapat di kenali dari nama di perlukan server dns, tetapi saat ini kita setup dahulu melalui file hosts pada client tanpa setup dns.

    Setup dahulu file /etc/hosts pada komputer client (desktop).
    #echo “127.16.30.31fayawi.oke www.fayawi.oke” >> /etc/hosts
    Cek apakah dapat ping host dengan nama server :
    #ping www.ddf.oke
    PING fayawi.oke (127.16.30.31)56(84) bytes of data. 
    64 bytes from fayawi.oke (127.16.30.31): icmp_req=1 ttl=64 time=0.091 ms

    Jika sudah replay dari server artinya sudah server sudah dapat di akses lewat nama.
    Masukan nama server pada browser www.engkur.oke.

    Saat ini kita sudah dapat membuat konten webserver, untuk itu dapat kita buat sebuah file index.html.

    #cd /var/www
    #mv index.html index.html.asli
    #nano index.html

        <html><body><h1>.............................</h1>
        <p>.............................</p>
        <p>.............................</p>
        </body></html>

    Save file tersebut dan browse lagi dari browser client, refresh saja browser nya
setelah melakukan penginstallan apache lalu dlanjutkan dengan mengkonfigurasi DNS-nya, namun dikarenakan keterbatasan waktu pada praktikum data yang saya peroleh hanya beberapa cuplikan mengenai DNS lebih lengkapnya langkah yang dilakukan saya mengambil petunjuk dari tulisan siteblogforu.blogspot.com dan menyesuaikannya dengan data praktikum saya :


Langkah Pertama, menyiapkan file bind9 lalu install dengan cara, ketik :

# sudo su

selanjutnya masuk directory, dikarenakan file bind9 di letakkan di Dekstop agar mempermudah dalam tahap install, biasanya file bind9 terdapat pada 1 folder repo ubuntu 10.10, dan terdapat file gabungan  yang di dalamnya berisikan bind9, maka dari itu kita harus masuk dahulu ke dalam directory file gabungan,  ketik :

# cd Desktop/
# cd gabungan/
# dpkg -i *.deb

tunggu proses install selesai.

Langkah Kedua, jika penginstallan sudah selesai, selanjutnya adalah membuat konfigurasi named.conf, ketik :

# gedit /etc/bind/named.conf

lalu edit file named.conf seperti gambar di bawah ini :





selanjutnya Simpan.

Langkah Ketiga, membuat konfigurasi domain : db.fayawi pada da directory /etc/bind, sebelum membuatnya anda harus mengcopy file db.local menjadi db.ddf sebgai berikut :
# cp /etc/bind/db.local  /etc/bind/db.fayawi

lalu ketik :

# gedit /etc/bind/db.fayawi

selanjutnya edit file db.ddf jangan lupa untuk simpan.

Langkah Keempat, membuat konfigurasi resolver : db.254 pada directory /var/cache/bind, copy dahulu file db.127 menjadi db.254 dengan cara, ketik :

# cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.254

lalu ketik :

# gedit /etc/bind/db.254

selanjutnya edit file db.254 lalu Simpan.

Langkah Kelima, mengedit konfigurasi DNS pada resolv.conf , ketik :

# gedit /etc/resolv.conf 

lalu ganti DNS nameservernya menjadi seperti dibawah ini :

nameserver 172.16.30.32

Langkah Keenam, restart DNS server, ketik :

# /etc/init.d/bind9 restart

Catatan : Apabila bind9 pada waktu restart gagal (failed), periksa kembali script pada file named.conf, db.pranata, dan db.254. setelah itu restart kembali bind9

Langkah Ketujuh, untuk mengujinya apakah DNS Server dan Client sudah berjalan dengan baik atau belum, anda bisa lakukan dengan cara :

  • Ketik di AddressBar pada Browser : 




  • Ketik di Terminal :
# nslookup 172.16.30.32
# nslookup fayawi

Jika anda gagal didalam menguji DNS Server, langkah terakhir adalah melakukan konfigurasi pada directory /etc/hosts/, caranya ketik :

# gedit /etc/hosts
dan untuk konfgurasi file hosts di Client 


selanjunya, uji kembali di browser Server dan Client.

Langkah Kedelapan, Selesai.

Referensi:
 http://siteblogforu.blogspot.com/2014/03/konfigurasi-dns-server-dengan-ubuntu.html#ixzz3I704ph00
http://defas56.blogspot.com/2012/10/pengertian-dan-fungsi-dns-server.html
http://ubuntu-roy.blogspot.com/2012/08/web-server-dengan-apache-ubuntu-server.html

Wednesday, October 29, 2014

Praktikum 2. RTT

Bagian 2. Round Trip Time (RTT)

Tujuan : 
1. Mahasiswa dapat menganalisa secara sederhana tentang unjuk kerja jaringan akses internet pada         suatu tempat.
2. Mahasiswa dapat menggunakan dan memahami output aplikasi PING
3. Mahasiswa dapat mengolah data RTT sebagai rowdata untuk dijadikan ukuran unjuk kerja dari           suatu jaringan akses internet. 

Metode : 
1. Melakukan PING ke www.detik.com untuk mengetahui lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai     ke alamat tersebut.
2. Menggunakan Ms. Excel sebagai pengolah data hasil PING
3. Menentukan nominal RTT dengan rentang tertentu yang sering muncul.
3. Menggunakan grafik CDF dan PDF sebagai pembanding kualitas jaringan akses internet.

Analisa :
        Praktikum kali ini bertujuan untuk pengambilan data tentang kestabilan unjuk kerja kecepatan akses internet, pada percobaan ini juga menggunakan CDF (Cummulative Distribution Function) dan PDF (Probabilitas Distribution Function) dengan menentukan banyaknya nominal RTT yang mungkin terjadi pada rentang waktu tertentu. 
        Untuk mencapai tujuan tersebut, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan PING ke situs www.detik.com dengan 1000 iterasi, sebagai variasi dan perbandingan digunakan 4 byte yang berbeda yaitu 64,128,512 dan 1024 byte. melalui aplikasi command prompt seperti berikut :
                                                                                                                                                                                               
perintah diatas digunakan untuk mengetahui besarnya RTT pada byte-byte tersebut, digunakan iterasi 1100 karena dibutuhkan 1000 data, jika digunakan iterasi 1000 pada proses PING maka, 1000 akan berkurang jumlahnya mengingat adanya RTO yang terjadi sebagai loss. setelah proses PING selesai dilakukan contoh dari data yg diperoleh adalah :
tampak pada gambar, dari 1100 data yang diminta hanya terpenuhi 1050 data yang sukses, selebihnya data dalam keadaan loss. Jika data telah berhasil diperoleh, selanjutnya adalah menentukan histogram PDF dan CDFnya, melalui Ms. Excel pisahkan data RTT hingga benar-benar memperoleh hanya waktu saja,


gunakan data waktu diatas untuk menghitung CDF dan PDF, sebelumnya PDF sendiri merupakan suatu fungsi yang menyatakan nilai kemungkinan terjadinya kejadian tertentu, PDF memiliki karakter jika semua datanya dijumlahkan maka hasilnya adalah 1, sedangkan CDF merupakan suatu fungsi yang menyatakan probabilitas terjadinya kejadian sampai kejadian tertentu, dan memilki karakter dimana data maksimal akan bernilai 1. berikut tabel perhitungan CDF dan PDF:



Data diatas merupakan tabel perhitungan CDF dan PDF berurutan mulai dari 64 byte,128byte, 512 byte dan 1024 byte, Untuk memperoleh PDF, pertama-tama urutkan data waktu RTT dimuali dari yg kecil hingga besar, ambil waktu terendah sebagai batas terkecil yang ditambahkan dengan nilai BIN, yaitu BIN=25, penambahan data digunakan sebagai range waktu yang terjadi, lalu hitung berapa banyak data yang muncul pada range tersebut sesuai urutannya, banyaknya frekunesi munculnya waktu pada range tersebut dibagi dengan 1000 yaitu nilai iterasinya, maka nilai ini lah yang merupakan nilai PDF, 






Selanjutnya untuk CDF, dari nilai PDF dikumulatifkan berurutan dari data pertama PDF hingga data terakhir PDF sehingga pada akhirnya diperoleh angka 1. Setelah semuanya dilakukan lanjutkan dengan membuat grafiknya.






Dari data diatas yang dapat dianalisa adalah adanya perbedaan waktu terendah pada tiap bytenya, untuk byte 64 memilki waktu yang kecil sedangkan byte 1024 membutuhkan waktu yang paling lama, dari ini dapat dianalisa bahwa semakin besar byte yang kita minta akan semakin lama pula waktu yang dibutuhkan, Dan untuk kestabilan dari jaringan internetnya sendiri sudah tentu ada pada byte 64, dengan tampilan grafik yang lebih stabil yang menyatakan kualitas dari jaringan tersebut

Kesimpulan :
adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut,
1.  PDF sendiri merupakan suatu fungsi yang menyatakan nilai kemungkinan terjadinya kejadian              tertentu. 
2. PDF memiliki karakter jika semua datanya dijumlahkan maka hasilnya adalah 1
3. CDF merupakan suatu fungsi yang menyatakan probabilitas terjadinya kejadian sampai kejadian         tertentu, 
4. CDF memilki karakter dimana data maksimal akan bernilai 1.
5. Mengetahui histogram dari CDF dan PDF akan mengetahui tingkat kestabilan dan kualitas suatu         jaringan internet.

Wednesday, October 22, 2014

Round Trip Time (RTT)

Praktikum 1
Analisa hasil RTT (Round Trip Time)

Pendahuluan:
         Pengguna internet di indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun seiring berkembangnya muatan informasi dan bergesernya karakteristik masyarakat Indoensia menjadi information oriented. Kondisi ini dapat dengan mudah ditemui di masyarakat perkotaan dan bahkan di masyarakat pedesaan dengan ditandai munculnya beberapa tempat akses internet seperti warnet atau bahkan jaringan 2.5G-3G yang mudah diakses dengan modem GSM atau CDMA.
Perkembangan yang positif ini bukannya tanpa masalah, dan yang paling mudah dideteksi adalah permasalahan di sisi user yaitu perihal lambatnya kecepatan akses akibat kondisi jaringan yang kurang baik dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Pada praktikum ini mahasiswa melakukan analisis sederhana tentang unjuk kerja jaringan akses internet yang digunakan. Data yang digunakan berupa ukuran round trip time (RTT) dari PC pengguna ke server web tujuan. Aplikasi yang digunakan yaitu PING dan Spread Sheet untuk mengolah data  dan membuat grafik.

Tujuan :
1.  Mahasiswa dapat menganalisa secara sederhana tentang unjuk kerja jaringan akses internet pada suatu tempat.
2.    Mahasiswa dapat menggunakan dan memahami output aplikasi PING.
3.   Mahasiswa dapat mengolah data RTT sebagai rowdata untuk dijadikan ukuran unjuk kerja dari suatu jaringan akses internet.

Peralatan yang digunakan :
1.      PC yang dilengkapi dengan aplikasi PING dan Spread Sheet

2.      Koneksi internet

Analisa :

           Sebelum menganalisa tentang Round Trip Time (RTT) terlebih dahulu kita melakukan perintah 'tracert' pada command window dan mengetikkan nama situs yang hendak kita tuju, untuk praktikum kali ini, situs yang hendak dituju adalah www.detik.com. setelah diketikkan perintah tersebut akan muncul data banyaknyanya hop (lompatan) seperti gambar berikut, untuk hasilnya data dimasukkan kedalam file dengan format .txt :


Gambar 1.1 Data Hasi Trace

         Setelah urutan lompatan diketahui, kita dapat melanjutkan dengan membuat topologynya seperti gambar berikut : 
















Gambar 1.2 Topology Tracert situs www.detik.com

         Analisa yang bisa kita peroleh dari perintah 'tracert' diatas. 'Tracert/Traceroute' adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan. Ini dilakukan dengan mengirim pesan Internet Control Message Protocol (ICMP) Echo Request Ke tujuan dengan nilai Time to Live yang semakin meningkat. Rute yang ditampilkan adalah daftar interface router (yang paling dekat dengan host) yang terdapat pada jalur antara host dan tujuan. Jadi bisa dikatakan perintah ini akan menunjukkan banyaknya jalur yang dilewati dari jaringan internet ke situs yang kita tujui.

          Selanjutnya adalah perintah PING (Packet Internet Gopher), banyak fungsi dari perintah PING, namun kali ini perintah PING digunakan untuk mengetahui pengaruh ukuran paket terhadap RTT. dengan menambahkan banyaknya iterasi dan mengubah jumlah byte-nya, dapat ditulis seperti berikut:
Gambar 1.3 PING mengetahui RTT

Perintah PING diatas tampak jelas terdapat perbedaan pada besarnya nilai byte yaitu dari 8,16,32,64, 128,256,512,1024,1500,2000,2500 dan 3000. yang selanjutnya akan disimpan kedalam text files dengan format .txt, fungsi penyimpanan data ini agar dapat melakukan perhitungan nilai rata-rata melalui Microsoft Excel, contoh data yang diperoleh adalah :

Gambar 1.4 Data yang diperoleh
Data diatas memberikan banyak informasi statistic untuk situs www.detik.com diantaranya jumlah packet yang dikirim melalui, sent, received dan juga banyaknya paket yang hilang berada pada lost 20%. Maksudnya adalah karena kita meminta 15 iterasi maka data yang dikirim sebanyak 15, namun terjadi lost = 3 yang bisa dilihat dari jumlah RTO-nya maka jumlah data yang diterima 12 dengan persentasi 20%.
           Setelah data didapat, dilanjutkan dengan menghitung rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk melakukan ping ke situs www.detik.com dengan besar byte yang diubah-ubah. Pengambilan nilai rata-rata ini bisa dilakukan dengan mengambil data dari keterangan ping tadi yang ada dibawah kolom, kali ini saya menggunakan Ms. Excel untuk menghitung rata-ratanya, setelah diperoleh semua data dari byte 8-3000, diperoleh grafik berikut :


Gambar 1.5 Histogram 
Grafik diatas menunjukkan adanya perbedaan rata-rata waktu yang digunakan dari setiap bytenya, Maka dapat dianalisa bahwa RTT adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk sebuah sinyal yang dikirim dan mengetahui jumlah sinyal yang diterima. RTT juga dapat mengetahui besar waktu delay yang terjadi. Secara teori, semakin besar byte maka akan semakin lama waktu yang dibutuhkan, namun pada praktikum kali ini justru pada 8 byte yang mengalami waktu terlama.

Kesimpulan :

1. 'Tracert/Traceroute' adalah perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai       tujuan.

2. RTT adalah lamanya waktu yang diperlukan untuk sebuah sinyal yang dikirim dan mengetahui           jumlah sinyal yang diterima.
3. Semakin besar byte maka akan semakin lama waktu yang dibutuhkan.

Tuesday, October 14, 2014

Praktikum 1. Konfigurasi IP pada Ubuntu Server

WORKSHOP APLIKASI INTERNET

Praktikum I

A. Konfigurasi Alamat IP di Ubuntu Server

       Untuk melakukan pengubahan atau pengaturan alamat IP pada Ubuntu server, ada beberapa langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu, adapun langkah langkah tersebut :
  1. Buka jendela 'Terminal' pada Dash home.
  2. Lalu ketikkan perintah 'sudo su'.
  3. Masukkan password.
  4. Lalu untuk memasuki perintah selanjutnya ketik nano /etc/network/interface pada tahap ini akan muncul tampilan seperti gambar berikut :
 
 Gambar 1.

5. Perintah auto lo untuk membuka perintah loopback.

6. Selanjutnya untuk perintah auto eth0, digunakan untuk melakukan konfigurasi pada eth 0. 

7. Tampilan diatas menampilkan konfigurasi ip dengan mode DHCP, dapat dilihat pada jendela, terdapat perintah 'iface eth0 inet dhcp', perintah ini akan memberikan konfigurasi yang bersifat sementara, sehingga jika direstart maka akan kembali ke pengaturan default.

8.  Untuk perintah iface eth0 inet static, perintah ini merupakan perintah pengkonfigurasian IP yang bersifat permanen. 

9. Ketikkan alamat IP address yang diinginkan. lalu tekan ctrl+o untuk menyimpan konfigurasi, lalu enter untuk konfirmasi dan ctrl+x untuk exit, serta ketikkan perintah ifconfig untuk melihat hasil konfigurasi.

10. Setelah itu, akan muncul tampilan seperti berikut :
 
Gambar 2.
tampak pada gambar 2. pada kolom inet addr dan mask telah terisi sesuai pengaturan, dan dalam status [OK]

11.  Selanjutnya ketikkan /etc/network/interfaces untuk melakukan proses restart. untuk kembali ke konfigurasi awal.

12. Proses pengkonfigurasian IP selesai dilakukan.